Senin, 23 Maret 2020

METODE KAJIAN PSIKOLOGI


A.  Pengertian Metode Kajian Psikologi

Metode kajian psikologi berasal dari tiga kata, yaitu:  Metode, menurut KBBI artinya cara teratur yang digunakan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. Kajian, adalah sesuatu  yang perlu ditelaah terlebih dahulu sebelum dapat diketahui dengan jelas maknanya, dan Psikologi, yaitu suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia utamanya secara psikis[1].
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Metode  kajian psikologi adalah suatu cara yang ditempuh secara sistematis dalam rangka mengkaji sesuatu  yang dalam hal ini berhubungan dengan perilaku manusia utamanya psikis manusia.

B.  Metode Kajian Psikologi

Cara pendekatan terhadap kejiwaan manusia dapat dilakukan secara filosofis maupun secara empiris. Dengan demikian metode dalam mempelajari psikologi ada 2, yaitu: [2]
1.      Metode yang bersifat filosofis.
Metode yang bersifat filosofis ada beberapa macam antara lain :
a.       Metode intuitif
Metode intuitif dilakukan dengan sengaja untuk mengadakan penyelidikan atau tidak sengaja dalam pergaulan sehari-hari. Dalam metode ini kesan pertama ketika bertemu seseorang yang memiliki peran besar untuk mengambil kesimpulan sehingga kurang memenuhi syarat sehingga perlu dikombinasikan dengan metode lain.[3] Kebenaran metode ini tidak sepenuhnya dapat dipercaya kebenarannya.
b.      Metode kontemplatif
Metode kontemplatif dilakukan dengan menggunakan kemampuan berfikir kita dengan merenungkan objek yang ingin kita ketahui. Dan murni dari pikiran kita tanpa tercampur dengan alat-alat lain dan pengaruh dari luar yang bersifat lahiriah dan biologis. Jika hal tersebut dicapai maka tercapai pula hakikat objek yang diselidiki. Namun metode ini tidak begitu populer dibandingkan dengan metode empiris karena hasilnya yang dianggap spekulatif. Akan tetapi, metode ini masih dapat digunakan untuk penyelidikan dalam dunia psikologi.[4]
c.       Metode yang bersifat filosofis religius.
Metode ini menggunakan materi-materi agama sebagai alat utama untuk meneliti pribadi manusia. Nilai-nilai yang terdapat dalam agama itu merupakan kebenaran yang absolut dan pasti benar. Dalam artian menyelidiki jiwa manusia dengan  menggunakan materi-materi agama dalam Kitab Suci sebagai norma standard penilaian. Metode ini tidak banyak digunakan meskipun dapat digunakan untuk menyelidiki pribadi manusia.[5]
2.      Metode yang bersifat empiris
Metode yang bersifat empiris dibagi menjadi:
a.    Metode observasi
Metode observasi merupakan suatu metode untuk mempelajari gejala-gejala kejiwaan secara sengaja, teliti dan sistematis.[6] Metode observasi dibagi menjadi 3 bagian:
1)      Metode Instropeksi
Metode Instropeksi atau Restropeksi merupakan studi sengaja dan sistematis mengenai proses-proses psikis sendiri (intro = ke dalam; spectare = melihat. Instropeksi = melihat ke dalam, pada diri sendiri).[7] Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode Instropeksi merupakan metode penyelidikan yang menggunakan diri sendiri sebagai objek dengan melihat peristiwa kejiwaan dalam dirinya sendiri. Kelemahan dari metode ini adalah bersifat subjektif ketika menilai diri karena bisa jadi tidak jujur dalam penilaiannya.
Metode instropeksi merupakan metode yang khas karena hanya terdapat  pada manusia. Hanya manusialah yang mampu melihat apa yang terjadi dalam dirinya. Wundt berpendapat bahwa istilah rertrospeksi lebih tepat daripada instropeksi karena apa yang diselidiki merupakan sesuatu yang telah terjadi, bukan yang sedang terjadi. Contohnya ketika orang merasa marah tidak akan melihat ke dalam dirinya sendiri ketika orang tersebut dalam keadaan marah. Tetapi orang tersebut akan melihat ke dalam dirinya sendiri setelah kemarahan terjadi. [8] Selain memiliki kelemahan, metode instropeksi juga berperan sangat besar dalam dunia psikologi karena banyak peristiwa kejiwaan dapat dimengerti yang didasarkan atas keadaan dirinya sendiri, dan juga banyak hal yang dapat dicapai dengan metode psikologi. Timbul metode lain yang menggabungkan metode instropeksi dengan metode eksperimen yaitu dikenal dengan metode instropeksi eksperimental. [9]
2)      Metode Instropeksi Eksperimental
Metode ini merupakan gabungan dari metode instropeksi dengan eksperimen. Dengan menggunakan eksperimen, sifat subjektivitas dari metode instropeksi dapat diatasi.[10] Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak hanya penyidik yang menjadi objek penelitian, tetapi lebih banyak subjek yang didapat. Metode instropeksi hanya dapat diambil kesimpulan dari penyelidik, tetapi tidak dengan metode instropeksi eksperimental. Contohnya, ketika beberapa mahasiswa mendapatkan tugas untuk melakukan observasi dan beberapa mahasiswa tersebut disuruh instropeksi dirinya masing-masing ketika melaksankan observasi dapat dihasilkan kesimpulan secara keseluruhan yang dapat memperbanyak sifat subjektivitas dari metode instrospeksi dengan memperbanyak subjek. 
3)      Metode Ekstrospeksi
Metode ini berasal dari kata (extra = luar, dan spectare = melihat). Ekstropeksi dapat diartikan sebagai pengamatan terhadap pihak lain serta gejala-gejala yang ada pada orang lain tersebut untuk disamakan dengan gejala yang pernah dialami diri sendiri.[11] Untuk melaksanakan ekstropeksi, seharusnya kita sudah mengalami peristiwa yang akan diselidiki, misalnya segala gerak-gerik orang lain, mimik wajah, dan gerakan-gerakan anggota badan.[12] Dari uraian tersebut dapat kita simpulkan bahwa sebelum melakukan ekstropeksi, kita harus mengetahui sebab, maksud, maupun tujuan kejadian dalam diri kita sendiri, kemudian baru melakukan ekstropeksi, dengan demikian yang menjadi dasar ekstropeksi adalah instropeksi.
b.      Metode pengumpulan data/bahan
1)      Metode angket
Pada metode angket, pe neliti dapat memberikan angket secara lisan (interview) dan tertulis(kuesioner). Kelemahan dari metode ini ialah: tidak ada kontak langsung antara kuesionerer dan kuesioneree, pertanyaan yang diajukan terkadang tidak jelas serta memiliki sifat sugestif, oleh karenanya, banyak jawaban yang dihasilkan tidak valid pula dan tidak sesuai dengan realita karena tidak ada sangsi yang mengikat.
2)      Metode biografi
Sebelum mengetahui pengertian biografi secara utuh, kita harus tau makna yang terkandung dalam kata biografi. Biografi terdiri dari dua kata, yakni bios yang berarti hidup, dan grabhere yang mengandung makna tulisan. Jika kedua kata tersebut digabung, maka makna biografi dapat disebut dengan daftar riwayat hidup. Selain itu, ebanyakan orang menyebutnya dengan auto biografi, karena dafar riwayat hidup yang dimaksud tertulis. Kelemahan- kelemahan penggunaan metode ini antara lain, bersifat subjektif, kurang lengkapnya data karena penulisan biodata berdasarkan ingatan, dan tidak semua orang mau menulis biografinya secara utuh, tentu hal ini juga dimaksudkan menutupi hal- hal negatif yang pernah dilakukan.
3)      Metode pengumpulan bahan
Pada metode ini, pengamat akan membaca atau memahami karakteristik seseorang melalui karya yang telah orang itu(subjek) buat. Seperti hasil karya konkrit atau pekerjaan tangan, sampai hasil karya abstrak berbentuk tulisan, gambar, dan masih banyak lagi.
4)      Metode interview
Metode yang digunakan hampir sama dengan metode angket, hanya saja soal yang diberikan diutarakan secara lisan. Sehingga, pertanyaan- pertanyaan yang kurang jelas dapat diutarakan kembali dan dapat dimengerti maksut dari penanya, penginterview juga dapat menyesuaikan pertanyaan dengan orang yang dihadapi, dan yang lebih penting lagi terjalinnya hubungan antara orang dan yang diinterview. [13]
c.       Metode klinis
Metode ini biasa digunakan pada orang yang memiliki kelainan psikis. Seperti, interview, dan teknik proyeksi (TAT, AT, Rorschach test, gambar- gambar, dan masih banyak lagi). Setelah memperoleh data, penelliti akan menganalisis untuk dibuat pertimbangan seberapa jauh kelainan psikis yang dialami si subyek.
d.      Metode test
Ada 2 pihak yang menilai metode test ini, seperti, bagi pihak yang setuju, Test merupakan cara yang paling praktis untuk mengetahui keadaan tes-tee yang dilakukan secara berkelompok maupun perseorangan. Adapula yang mengtakan kebalikannya, karena hasil test  bergantung pada situasi objek, dalam waktu dan kondisi yang berbeda, hasil yang dihasilkan juga berbeda pula. Pribadi manusia tidak bisa disimpulkan melalui berbagai aspek, karena manusia memiliki pribadi yang utuh, dan bulat. Reaksi atau hasil tidk hanya ditentukan kondisi objek saat itu, termasuk juga pengalaman objek atau testee melakukan test tersebut. Terlepas dari hal tersebut, bahan test yang akan diujikan harus valid dan reliabel. Maksutnya, test tersebut harus mampu mengukur apa yang hendak diukurnya, dan dapat dipercaya keasliannya.
e.       Metode eksperiment
Metode ini muncul dipelopori oleh Wilhem Wundt, ia memimpin pembangunan laoratorrium yang lengkap di Universitas Leipzig, Jerman. Hal ini dikarenakan situasi kehdupan jiwa saat itu mulai diasingkan. Oleh karenanya, para ahli merintis lagi percobaan- percobaan lingkup psikologi. Meskipun peralatan yang tersedia sudah lengkap, ada saja kendala yang harus mereka hadapi. Kesulitan terbesar disebabkan penelitian tenttang kejiwaan tidak bisa mengandalkan alat yang seba canggih saja, karena ada hal yang harus diamati selain melalui panca indra. Menanggapi hal tersebut, Wundt membuat syarat- syarat khusus, seperti: ditetapkannya keadaan atau kejadian yang akan dipelajari, harus memusatkan perhatian pada proses dan melakukannya dengan seteliti mungkin, dapat mengulang pemeriksaan dalam situasi yang sama. Kelemahan metode ini antara lain: eksperimen yang dilakukan sangat bervariasi, gejala kejiwaan tidaak semua dapat diselesaikan dengan eksperiment, gejala jiwa tidak mudah untuk diukur secara tawar.

C.  Kesimpulan

Metode  kajian psikologi adalah suatu cara yang ditempuh secara sistematis dalam rangka mengkaji sesuatu  yang dalam hal ini berhubungan dengan perilaku manusia utamanya psikis manusia.
Metode-metode terus bermunculan seiring dengan bermunculannya masalah-masalah yang ada, utamanya masalah yang menyangkut dunia psikis atau kejiwaan manusia. Para ahli utamanya tokoh psikologi tak sedikit yang mengemukakan pendapat dan pandangan masing-masing mengenai cara penelitian dalam setiap kajian. Yang kemudian dirangkum dalam satu kesatuan metode yang disebut dengan metode kajian psikologi.


Bagi teman-teman yang ingin tau referensinya silahkan tuliskan e-mail di kolom komentar yaa :))

Terima kasih. Semoga ilmunya bermanfaat :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar