A. Pengertian Metode Kajian Psikologi
Metode kajian psikologi berasal dari tiga kata, yaitu:
Metode,
menurut KBBI artinya cara teratur yang digunakan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. Kajian, adalah sesuatu yang perlu ditelaah terlebih dahulu sebelum
dapat diketahui dengan jelas maknanya, dan Psikologi, yaitu suatu disiplin ilmu
yang mempelajari tentang perilaku manusia utamanya secara psikis[1].
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa
Metode kajian psikologi adalah suatu
cara yang ditempuh secara sistematis dalam rangka mengkaji sesuatu yang dalam hal ini berhubungan dengan
perilaku manusia utamanya psikis manusia.
B. Metode Kajian Psikologi
Cara pendekatan terhadap kejiwaan manusia dapat dilakukan secara
filosofis maupun secara empiris. Dengan demikian metode dalam mempelajari
psikologi ada 2, yaitu: [2]
1.
Metode
yang bersifat filosofis.
Metode yang bersifat filosofis ada beberapa macam antara lain :
a.
Metode
intuitif
Metode intuitif
dilakukan dengan sengaja untuk mengadakan penyelidikan atau tidak sengaja dalam
pergaulan sehari-hari. Dalam metode ini kesan pertama ketika bertemu seseorang
yang memiliki peran besar untuk mengambil kesimpulan sehingga kurang memenuhi
syarat sehingga perlu dikombinasikan dengan metode lain.[3]
Kebenaran metode ini tidak sepenuhnya dapat dipercaya kebenarannya.
b.
Metode
kontemplatif
Metode
kontemplatif dilakukan dengan menggunakan kemampuan berfikir kita dengan
merenungkan objek yang ingin kita ketahui. Dan murni dari pikiran kita tanpa
tercampur dengan alat-alat lain dan pengaruh dari luar yang bersifat lahiriah
dan biologis. Jika hal tersebut dicapai maka tercapai pula hakikat objek yang
diselidiki. Namun metode ini tidak begitu populer dibandingkan dengan metode
empiris karena hasilnya yang dianggap spekulatif. Akan tetapi, metode ini masih
dapat digunakan untuk penyelidikan dalam dunia psikologi.[4]
c.
Metode
yang bersifat filosofis religius.
Metode ini
menggunakan materi-materi agama sebagai alat utama untuk meneliti pribadi
manusia. Nilai-nilai yang terdapat dalam agama itu merupakan kebenaran yang
absolut dan pasti benar. Dalam artian menyelidiki jiwa manusia dengan menggunakan materi-materi agama dalam Kitab
Suci sebagai norma standard penilaian. Metode ini tidak banyak digunakan
meskipun dapat digunakan untuk menyelidiki pribadi manusia.[5]
2.
Metode
yang bersifat empiris
Metode yang bersifat empiris dibagi menjadi:
a.
Metode
observasi
Metode
observasi merupakan suatu metode untuk mempelajari gejala-gejala kejiwaan
secara sengaja, teliti dan sistematis.[6]
Metode observasi dibagi menjadi 3 bagian:
1)
Metode
Instropeksi
Metode Instropeksi
atau Restropeksi merupakan studi sengaja dan sistematis mengenai
proses-proses psikis sendiri (intro = ke dalam; spectare = melihat. Instropeksi
= melihat ke dalam, pada diri sendiri).[7] Dari
pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode Instropeksi merupakan metode
penyelidikan yang menggunakan diri sendiri sebagai objek dengan melihat
peristiwa kejiwaan dalam dirinya sendiri. Kelemahan dari metode ini adalah
bersifat subjektif ketika menilai diri karena bisa jadi tidak jujur dalam
penilaiannya.
Metode instropeksi merupakan metode yang khas
karena hanya terdapat pada manusia.
Hanya manusialah yang mampu melihat apa yang terjadi dalam dirinya. Wundt
berpendapat bahwa istilah rertrospeksi lebih tepat daripada instropeksi karena
apa yang diselidiki merupakan sesuatu yang telah terjadi, bukan yang sedang
terjadi. Contohnya ketika orang merasa marah tidak akan melihat ke dalam
dirinya sendiri ketika orang tersebut dalam keadaan marah. Tetapi orang
tersebut akan melihat ke dalam dirinya sendiri setelah kemarahan terjadi. [8]
Selain memiliki kelemahan, metode instropeksi juga berperan sangat besar dalam
dunia psikologi karena banyak peristiwa kejiwaan dapat dimengerti yang
didasarkan atas keadaan dirinya sendiri, dan juga banyak hal yang dapat dicapai
dengan metode psikologi. Timbul metode lain yang menggabungkan metode
instropeksi dengan metode eksperimen yaitu dikenal dengan metode instropeksi
eksperimental. [9]
2)
Metode
Instropeksi Eksperimental
Metode ini
merupakan gabungan dari metode instropeksi dengan eksperimen. Dengan menggunakan
eksperimen, sifat subjektivitas dari metode instropeksi dapat diatasi.[10]
Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak hanya penyidik yang
menjadi objek penelitian, tetapi lebih banyak subjek yang didapat. Metode
instropeksi hanya dapat diambil kesimpulan dari penyelidik, tetapi tidak dengan
metode instropeksi eksperimental. Contohnya, ketika beberapa mahasiswa
mendapatkan tugas untuk melakukan observasi dan beberapa mahasiswa tersebut
disuruh instropeksi dirinya masing-masing ketika melaksankan observasi dapat
dihasilkan kesimpulan secara keseluruhan yang dapat memperbanyak sifat
subjektivitas dari metode instrospeksi dengan memperbanyak subjek.
3)
Metode
Ekstrospeksi
Metode ini
berasal dari kata (extra = luar, dan spectare = melihat).
Ekstropeksi dapat diartikan sebagai pengamatan terhadap pihak lain serta
gejala-gejala yang ada pada orang lain tersebut untuk disamakan dengan gejala
yang pernah dialami diri sendiri.[11] Untuk
melaksanakan ekstropeksi, seharusnya kita sudah mengalami peristiwa yang akan
diselidiki, misalnya segala gerak-gerik orang lain, mimik wajah, dan gerakan-gerakan
anggota badan.[12]
Dari uraian tersebut dapat kita simpulkan bahwa sebelum melakukan ekstropeksi,
kita harus mengetahui sebab, maksud, maupun tujuan kejadian dalam diri kita
sendiri, kemudian baru melakukan ekstropeksi, dengan demikian yang menjadi
dasar ekstropeksi adalah instropeksi.
b.
Metode
pengumpulan data/bahan
1)
Metode
angket
Pada metode
angket, pe neliti dapat memberikan angket secara lisan (interview) dan
tertulis(kuesioner). Kelemahan dari metode ini ialah: tidak ada kontak langsung
antara kuesionerer dan kuesioneree, pertanyaan yang diajukan terkadang tidak
jelas serta memiliki sifat sugestif, oleh karenanya, banyak jawaban yang
dihasilkan tidak valid pula dan tidak sesuai dengan realita karena tidak ada
sangsi yang mengikat.
2)
Metode
biografi
Sebelum
mengetahui pengertian biografi secara utuh, kita harus tau makna yang
terkandung dalam kata biografi. Biografi terdiri dari dua kata, yakni bios yang
berarti hidup, dan grabhere yang mengandung makna tulisan. Jika kedua kata
tersebut digabung, maka makna biografi dapat disebut dengan daftar riwayat
hidup. Selain itu, ebanyakan orang menyebutnya dengan auto biografi, karena
dafar riwayat hidup yang dimaksud tertulis. Kelemahan- kelemahan penggunaan
metode ini antara lain, bersifat subjektif, kurang lengkapnya data karena penulisan
biodata berdasarkan ingatan, dan tidak semua orang mau menulis biografinya
secara utuh, tentu hal ini juga dimaksudkan menutupi hal- hal negatif yang
pernah dilakukan.
3)
Metode
pengumpulan bahan
Pada metode
ini, pengamat akan membaca atau memahami karakteristik seseorang melalui karya
yang telah orang itu(subjek) buat. Seperti hasil karya konkrit atau pekerjaan
tangan, sampai hasil karya abstrak berbentuk tulisan, gambar, dan masih banyak
lagi.
4)
Metode
interview
Metode yang digunakan hampir sama dengan metode angket, hanya saja
soal yang diberikan diutarakan secara lisan. Sehingga, pertanyaan- pertanyaan
yang kurang jelas dapat diutarakan kembali dan dapat dimengerti maksut dari
penanya, penginterview juga dapat menyesuaikan pertanyaan dengan orang yang dihadapi,
dan yang lebih penting lagi terjalinnya hubungan antara orang dan yang
diinterview. [13]
c.
Metode
klinis
Metode ini
biasa digunakan pada orang yang memiliki kelainan psikis. Seperti, interview,
dan teknik proyeksi (TAT, AT, Rorschach test, gambar- gambar, dan masih banyak
lagi). Setelah memperoleh data, penelliti akan menganalisis untuk dibuat
pertimbangan seberapa jauh kelainan psikis yang dialami si subyek.
d.
Metode
test
Ada 2 pihak
yang menilai metode test ini, seperti, bagi pihak yang setuju, Test merupakan
cara yang paling praktis untuk mengetahui keadaan tes-tee yang dilakukan secara
berkelompok maupun perseorangan. Adapula yang mengtakan kebalikannya, karena
hasil test bergantung pada situasi
objek, dalam waktu dan kondisi yang berbeda, hasil yang dihasilkan juga berbeda
pula. Pribadi manusia tidak bisa disimpulkan melalui berbagai aspek, karena
manusia memiliki pribadi yang utuh, dan bulat. Reaksi atau hasil tidk hanya
ditentukan kondisi objek saat itu, termasuk juga pengalaman objek atau testee melakukan
test tersebut. Terlepas dari hal tersebut, bahan test yang akan diujikan harus
valid dan reliabel. Maksutnya, test tersebut harus mampu mengukur apa yang
hendak diukurnya, dan dapat dipercaya keasliannya.
e.
Metode
eksperiment
Metode ini
muncul dipelopori oleh Wilhem Wundt, ia memimpin pembangunan laoratorrium yang
lengkap di Universitas Leipzig, Jerman. Hal ini dikarenakan situasi kehdupan
jiwa saat itu mulai diasingkan. Oleh karenanya, para ahli merintis lagi
percobaan- percobaan lingkup psikologi. Meskipun peralatan yang tersedia sudah
lengkap, ada saja kendala yang harus mereka hadapi. Kesulitan terbesar
disebabkan penelitian tenttang kejiwaan tidak bisa mengandalkan alat yang seba
canggih saja, karena ada hal yang harus diamati selain melalui panca indra.
Menanggapi hal tersebut, Wundt membuat syarat- syarat khusus, seperti:
ditetapkannya keadaan atau kejadian yang akan dipelajari, harus memusatkan
perhatian pada proses dan melakukannya dengan seteliti mungkin, dapat mengulang
pemeriksaan dalam situasi yang sama. Kelemahan metode ini antara lain:
eksperimen yang dilakukan sangat bervariasi, gejala kejiwaan tidaak semua dapat
diselesaikan dengan eksperiment, gejala jiwa tidak mudah untuk diukur secara
tawar.
C. Kesimpulan
Metode kajian psikologi adalah suatu cara yang ditempuh secara sistematis dalam rangka mengkaji sesuatu yang dalam hal ini berhubungan dengan perilaku manusia utamanya psikis manusia.
Metode-metode terus bermunculan seiring dengan bermunculannya
masalah-masalah yang ada, utamanya masalah yang menyangkut dunia psikis atau
kejiwaan manusia. Para ahli utamanya tokoh psikologi tak sedikit yang
mengemukakan pendapat dan pandangan masing-masing mengenai cara penelitian
dalam setiap kajian. Yang kemudian dirangkum dalam satu kesatuan metode yang
disebut dengan metode kajian psikologi.
Bagi teman-teman yang ingin tau referensinya silahkan tuliskan e-mail di kolom komentar yaa :))
Terima kasih. Semoga ilmunya bermanfaat :))